Beranda > Curhat, Inspirasi, Motivasi > IP (Indeks Prestasi) Harus Tinggi?

IP (Indeks Prestasi) Harus Tinggi?

IP doesn’t matter, bagi saya IP bukanlah hal terpenting. Banyak saya jumpai mahasiswa dengan IP tinggi namun tidak punya orientasi yang jelas. Baik itu orientasi keahlian (skill) maupun orientasi masa depan pekerjaannya. Saya beritahu satu rahasia: kalau anda ingin punya IP tinggi, rajinlah kuliah, belajar dan kerjakan semua tugas. Tapi kalau anda ingin menjadi pribadi yang selain cerdas tapi juga punya kapasitas, ikutilah kegiatan ektrakulikuler, bisnis atau organisasi.

Mungkin banyak diantara anda yang mengira saya bisa menulis ini karna IP saya selalu bagus. Atau menyangka kalau saya tidak pernah gagal? Saya katakan tidak juga! Pernah IP saya tidak sampai 3.0, telat ngumpulin tugas karena ga mau hanya copy paste saja seperti teman-teman yang lain,  bahkan beberapa kali harus mengulang mata kuliah. Tapi apa itu semua membuat saya jadi minder, merasa gagal dan tidak berguna, kemudian melakukan semua hal termasuk kecurangan untuk menaikkan IP?

Banyak penyebab turunnya IP seorang mahasiswa. Apakah itu bekerja untuk menyambung hidup, organisasi, sosial, dll. Karena saking sibuknya dengan kegiatan tersebut sehingga banyak meninggalkan kegiatan perkuliahan.

Pernahkah anda dengar seseorang berkata: “Itukan salahmu sendiri ga bisa bagi waktu!” Apakah anda tidak pernah berfikir, mungkin orang yang anda ceramahi itu sudah bekerja setengah mati hanya untuk menyambung hidup, ditambah lagi dengan beban kuliah. Harusnya anda berikan apresiasi sambil terus mendukung. Karena sesibuk apapun dia, ternyata dia masih ingin menuntut ilmu dan punya cita-cita menjadi pribadi yang cerdas dan berwawasan.

Namun, bukan berarti ini jadi pembenaran bagi anda untuk bermalas-malasan. Tetap lakukan yang terbaik semaksimal mungkin, jika semuanya sudah kita lakukan, soal hasil serahkan pada Tuhan. Kita harus yakin bahwa Tuhan telah membuat rencana yang terbaik bagi kita. Karena apa yang dianggap buruk bisa jadi itu lebih baik untuk kita. Pasti ada hikmah yg dapat kita petik dari setiap kejadian.

Jangan bebani dirimu dengan terlalu sibuk memikirkan nilai dan IP. Perlahan namun pasti, reguklah kenikmatan dalam menuntut ilmu.  Tetaplah semangat, tetap lakukan yang terbaik dengan penuh kejujuran. Percayalah, Tuhan selalu bersama kita.
  1. 11 Desember 2012 pukul 4:13 pm

    Bagus pak, sangat menggugah..

  2. 9 Mei 2013 pukul 5:37 am

    Iya juga sih pak. Yang penting kan proses belajarnya. IP cuma bonus, bonus yang menyenangkan 😀

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: