Beranda > Inspirasi, Motivasi, Nasehat > Menghadapi Kematian

Menghadapi Kematian

Dalam menghadapi kematian, orang-orang di dunia ini terbagi menjadi beberapa kelompok (golongan). Yaitu:

1. Orang yang takut mati
2. Orang yang menginginkan mati
3. Orang yang siap mati

Orang tipe pertama adalah orang yang ketakutan dengan datangnya kematian. Ketakutan meninggalkan dunia ini. Merasa berat meninggalkan apa yang ia miliki saat ini. Istrinya yang masih cantik, anak-anaknya yg masih kecil dan belum lulus sekolah, uangnya yang masih melimpah yang masih sayang untuk ditinggalkan, dan lain sebagainya. Berat rasanya meninggalkan dunia beserta kenikmatan yang ada didalamnya.

Orang kedua adalah orang yang menginginkan kematian cepat-cepat menghampiri dirinya. Masalah yang ia hadapi, kemiskinan dan kemalangan yang menimpa dirinya. Cobaan demi cobaan yang berat dirasakan, membuat dia menyalahkan nasib. Dunia ibarat neraka baginya. Sehingga kematian menjadi lebih baik dari dunia seisinya.

Beruntunglah orang yang masuk ke dalam golongan ketiga. Orang yang telah menyiapkan amalan terbaiknya ketika menghadap Tuhan nya. Yaitu orang-orang yang beriman, iklhas dan beramal sholeh. Dunia ini hanyalah tempat singgah kepada tujuan yang lebih hakiki.

Seperti orang yang hendak bepergian, ketika ia melihat langit mendung, serta merta ia akan membawa payung atau mantel sebagai persiapan jikalau turun hujan. Padahal mendung tak berarti hujan, namun ia sudah siap dengan segala kemungkinan. Begitu pula dengan orang yang mempersiapkan kematian. Ia tidak takut, kapanpun kematian itu datang, karena ia telah mempersiapkan yang terbaik. Menggunakan waktu yang ia miliki untuk amal perbuatan shaleh.

Dan ingatlah firmanNya:

وَالعَصرِِ
إِنَّ الإِنسٰنَ لَفى خُسرٍ
إِلَّا الَّذينَ ءامَنوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَواصَوا بِالحَقِّ وَتَواصَوا بِالصَّبرِ ِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

Selama hidup, selalu ingat pada nasihat yang satu ini, yang diam saja, yang tidak bicara, tetapi pasti datangnya, yaitu kematian. Agar hidup dan tindak tanduk mu lurus mengikuti jalan-Nya. Ingatlah pada nasihat ini, sebab mengingat mati akan melembutkan hatimu.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: