Beranda > Akademika, Penelitian > Penelitian Candi dan Situs Bersejarah : Perjalanan Perdana

Penelitian Candi dan Situs Bersejarah : Perjalanan Perdana

Candi Sambisari Kalasan, Jogja

Candi Sambisari Kalasan, Jogja

Untuk keperluan tesis, hari ini ane survey (sambil jalan-jalan juga sih :D) ke beberapa situs bersejarah di Jogja dan Jawa Tengah. Awalnya ane mau maen ke Candi Plaosan. Tapi ane pikir daripada jauh-jauh ke Perbatasan Jogja-Jawa Tengah, lebih baik kunjungi dulu situs sejarah yang ada deket kita dulu.

Akhirnya ane putuskan untuk ke Candi Sambisari. Candi Sambisari ini letaknya ada di desa Sambisari, kecamatan Kalasan. Candi ini termasuk kedalam Candi Hindu yang dibangun sekitar abad ke-8, pada saat berkuasanya Kerajaan Mataram Lama atau juga dikenal dengan Kerajaan Medang. Candi ini cukup unik, karena letaknya yg berada sekitar 6 meter dari permukaan Tanah. Denger-denger, Candi ini memang sengaja dibuat lebih rendah dari permukaan tanah, entah apa alasannya.

Tarif masuk masuk ke Candi Sambisari hanya Rp. 2000 untuk dewasa dan Rp.1000 untuk anak-anak. Tapi untuk peneliti seperti ane, masuk ke situs seperti ini gratisūüėÄ. Masuk kesini ane ketemu dengan petugas yang sangat ramah. Juga Pak Satpam yang dengan bijak mengarahkan ane untuk koordinasi dengan dinas Purbakala Jogja. Menurut beliau, jika kita melibatkan Dinas Purbakala bukan tidak mungkin kita bisa didampingi oleh para ahli guna menyelesaikan penelitian kita itu. Hmmm… Boleh juga tuh..

Candi Sari, Klasan, Yogyakarta

Candi Sari, Klasan, Yogyakarta

Perjalanan ane lanjutkan ke Candi Sari yang letaknya sekitar 6KM dari Candi Sambisari. Candi Sari juga ada di Kecamatan Kalasan. Candi ini termasuk kedalam kelompok Candi Budha.  Dibangun sekitar abad 9 atau 10 Masehi juga oleh Kerajaan Mataram Lama. Candi ini mempunyai ruangan yang cukup besar dengan dua tingkat. Ruangan candi terdiri dari satu ruang utama dan 2 bilik (ruangan kecil). Ruangan didalam candi sangat besar, tidak seperti ruangan di Candi Prambanan atau yang lainnya yang ruangan didalam candi hanya kecil dan digunakan untuk meletakkan arca seadanya.

Disini ane ketemu dengan seorang petugas yang bertugas memandu wisatawan yang datang. Dibawah pohon yang rindang kita ngobrol ngalor-ngidul. Dari percakapan itu terungkap, bahwa ternyata beliau juga seorang ahli batu atau bisa juga disebut seniman pahat, Beliau sering dilibatkan dalam proyek pemugaran beberapa Candi sejak 20 tahun yang lalu. Dari beliau ane belajar bagaimana nenek moyang kita bisa membangun sebuah mahakarya besar, tanpa semen, yang pada zamannya memang belum ditemukan semen sebagai perekat bahan bangunan.

Jadi sebenarnya kebudayaan kita sejak dahulu sama hebatnya dengan berbagai kebudayaan yang ada didunia ini. Seperti peradaban Suku Maya, Suku Inca atau Aztec. Tapi anehnya, kita jarang menghargai mahakarya nenek moyang kita ini. Ditandai dengan generasi sekarang yang tidak tahu (entah lupa atau cuek) bagaimana sejarah nenek moyang mambangun kebudayaannya, dan lebih takjub dengan budaya orang lain.

Inilah penyakit bangsa kita sekarang, tidak menghargai dan selalu menjelek-jelekkan diri sendiri, minder, rendah diri, dsb.  Memang bangsa ini banyak dirundung masalah. Mulai dari korupsi, kemiskinan, terorisme, dsb. Tapi bukan berarti kita tidak punya potensi sama sekali untuk bangkit dan jaya, dan sejarah masa lalu telah membuktikannya.

Mari bersama kita menggali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita, dimulai dengan cara mengenali siapa diri kita dan dari mana asal kita. Bangsa yang luar biasa adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

Photo:
http://pesona-jogja.blogspot.com
http://yogyakarta.panduanwisata.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: