Beranda > Sejarah > Candi Plaosan : Sebuah Prasasti Cinta

Candi Plaosan : Sebuah Prasasti Cinta

Nggaya Sek..

Nggaya Sek..

Pada umumnya, candi-candi yang tersebar di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang dapat kita lihat hari ini adalah candi-candi yang berasal dari kerajaan Mataram Lama. Kerajaan ini diperintah secara bergantian oleh dua wangsa, yakni: Sanjaya dan Syailendra.

Perbedaan antara mereka adalah dalam hal agama. Sanjaya beragama Hindu, sedangkan Syailendra beragama Budha. Namun, sebenarnya Syailendra juga masih keturunan Sanjaya. Syailendra lah raja yang pertama kali menganut agama Budha, padahal raja-raja sebelunya beragama Hindu.

Masing-masing raja dari kedua wangsa tersebut membangun monumennya sendiri-sendiri. Wangsa Sanjaya membangun monumen bernafaskan Hindu, seperti Candi Prambanan, Candi Gebang, Candi Bubrah, Candi Sambisari, dsb. Sedangkan Wangsa Syailendra membangun Candi Borobudur, Candi Sewu, Candi Pawon, Candi Mendut, Candi Sari, Candi Ratu Boko, dll.

Lalu dimana letak Candi Plaosan? Pada satu masa, berkuasalah Raja Rakai Pikatan bersama Permaisuri Pramudyawardani. Raja Rakai Pikatan dari Wangsa Syailendra dan Permaisuri Pramudyawardani dari Wangsa Sanjaya, mereka bersama-sama membangun candi ini. Pada masa merekalah terjadi harmoni antara pemeluk Hindu dan Budha dengan dibangunnya Candi Plaosan oleh mereka berdua, simbol bersatunya kedua wangsa.

Itulah mengapa Candi Plaosan sering disebut juga sebagai Candi Cinta. Setiap objek bangunan pada kompleks Plaosan ini dibangun berpasang-pasangan, dari Pintu Gerbang, Candi itu sendiri, bahkan juga dengan lokasinya, ada Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul, yang hanya dipisahkan oleh jalan kecil.

Mitosnya, jika ada pasangan berkunjung kesini, cinta mereka akan semakin tumbuh dan bersemi. Berbeda dengan Candi Prambanan, yang mitosnya pasangan yg datang kesana akan berpisah, seperti pada kisah Loro Jonggrang. Yah, itu hanya mitos. hehehe…

Candi ini sebenarnya tidak kalah megah dengan Candi Prambanan, dan hanya berjarak sekitar 3KM dari Candi Prambanan. Namun sepertinya promosi wisatanya masih sangat kurang. Ditandai dengan jumlah pengunjung yg tidak seberapa, hanya segelintir saja. Mungkin ini salah satu tugas berat Dinas terkait untuk mempromosikan dan melestarikan peninggalan peradaban nenek moyang kita.

Huruf Pallawa, tertulis di beberapa Candi Wanara

Huruf Pallawa, tertulis di beberapa Candi Wanara

Struktur batu saling kunci. Rahasia candi bisa berdiri dengan kokoh.

Struktur batu saling kunci. Rahasia candi bisa berdiri dengan kokoh.

Struktur batu saling kunci. Rahasia candi bisa berdiri dengan kokoh.

Struktur batu saling kunci. Rahasia candi bisa berdiri dengan kokoh.

Candi Wanara

Candi Wanara

Nggaya Sek..

Nggaya Sek..

Saya lagi.. hehehe...

Saya lagi.. hehehe…

Candi Plaosan

Candi Plaosan

  1. edward aria jalu
    4 April 2014 pukul 3:20 am

    lho..rakai pikatan bukannya dari wangsa sanjaya ya? kok mas nya nulis dari wangsa syailendra? gak kebalik ya mas?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: