Beranda > Curhat, Inspirasi, Motivasi > Teknik Presentasi

Teknik Presentasi

Teknik Presentasi

Teknik Presentasi

Presentasi adalah sebuah keniscayaan. Suatu saat nanti, apapun keadaannya kita pasti menjadi pelaku presentasi. Entah itu mengajar, tugas kuliah, promosi produk, rapat, dll. Inti dari sebuah presentasi sebenarnya adalah menyampaikan sebuah ide atau gagasan.

Nah, supaya presentasi kita efektif dan semua ide kita tersampaikan dengan sempurna, ada baiknya kita mempersiapkan beberapa hal. Mulai dari mempersiapkan diri, mempersiapkan bahan presentasi, sampai dengan bagaimana cara menyampaikan presentasi dengan baik.

PERSIAPKAN DIRI

Kesulitan saat presentasi dapat datang dari diri sendiri. Gugup dan kesulitan menyampaikan ide adalah dua penyakit yg sering kita hadapi ketika kita melakukan presentasi. Namun setiap penyakit pasti ada obatnya, atau paling tidak dapat kita coba cegah kedatangannya. Berikut ini obatnya:

1. Jujur
Menyembunyikan fakta atau keadaan sebenarnya dari objek yang kita presentasikan membuat menjadi hati resah, resah karena takut jika kebohongan kita terbongkar. Keresahan ini dapat berujung pada kepanikan. Maka, berusahalah menyampaikan segala hal dengan kejujuran. Karena kejujuran itu menentramkan🙂

Tidak perlu berusaha membuat orang lain merasa terkesan dengan semua pencapaian ente, menyuguhkan mereka dengan sesuatu yg WAOW, tapi bohong. Percuma! Apa jadinya kalo mereka tahu kalo ente bohong? Jika memang masih ada kekurangan berkaitan dengan apa yg ente sampaikan *padahal ente sudah berusaha maksimal* katakanlah dengan terus terang apa penyebabnya, bagaimana bisa seperti itu, dll. Dengan iklim yg terbuka seperti ini, bukan tidak mungkin mereka menjadi simpati dan malah berusaha menawarkan bantuan mereka. Memancing diskusi membuat presentasi lebih hidup. Hmm.. iya to🙂

2. Sering latihan
Seberapapun cerewetnya ente, seberapapun heboh ente di tengah kawan-kawan, tidak akan menjadi jaminan bahwa presentasi akan berjalan dengan lancar, menjamin semua ide tersampaikan dengan sempurna.

Lalu bagaimana mengatasinya? Apa obatnya? Gampang! Jawabannya adalah 3P. Apa itu 3P? Yaitu: Praktek.. Praktek.. Praktek..!😀 Ya, sering latihan adalah solusinya. Semakin tinggi jam terbang ente, makin mahir ente mengetahui bagaimana menyampaikan sesuatu. Dengan jam terbang yang tinggi inilah, rasa gugup perlahan menghilang dengan sendirinya.

Ada satu pepatah Jawa yg terkenal berkaitan dengan hal ini, yaitu: Witing iso jalaran seko kulino. Suatu kebolehan atau skill bisa kita dapatkan kalau kita sering berlatih🙂 *bener nggak sih pepatahnya :D*

Terus bagaimana kalau kita secara tiba-tiba saja di minta untuk presentasi padahal tidak ada persiapan apapun? Atau ente sudah sering latihan, tapi masih saja tetap gugup?

Nah, obat untuk hal ini adalah Jujur🙂 Saat memulai presentasi, dengan jujur katakan saja di depan mereka: “Sebenarnya saya agak gugup berdiri disini, karena tidak ada persiapan sama sekali. Bla.. bla.. bla..”. Dengan jujur, beban ente akan hilang dan menjadi lancar menyampaikan sesuatu. Mereka akan maklum dan bahkan memberi dukungan dalam banyak bentuk, misalnya: tepuk tangan yg membahana (pengalaman), teriakan semangat, yel-yel, dll. Inget Sob! Kejujuran itu menentramkan🙂

3. Penampilan
Menjaga penampilan saat presentasi jg penting loh. Penampilan seseorang dapat meningkatkan rasa percaya diri. Tidak perlu berdandan menor, yg penting sesuai saja dengan tema acara itu sudah cukup🙂

PERSIAPKAN MATERI & BAHAN

Nah, jika semua faktor berkaitan dengan mental dan diri kita sendiri semuanya telah beres, sekarang saatnya kita siapkan materi yg berkualitas. Maka ini yg perlu ente lakukan:

1. Tentukan point-point penting
Ente pernah melihat seseorang presentasi dengan slide yg penuh dengan tulisan. Sang pemberi presentasi hanya membaca dari slide tanpa memperhatikan audiens? Bagaimana rasanya? Boring kan!?

Ente tahu ada software khusus untuk presentasi yg diberi nama Microsoft Power Point? Kenapa dinamai seperti itu? Ya, karena sebaiknya yg ditampilkan pada sebuah slide itu hanya point-point pentingnya saja. Barulah pembahasannya secara panjang lebar ente jelaskan sambil berinteraksi dengan audiens.

2. Kuasai materi
Penjelasan panjang lebar saat presentasi (seperti point 1) tidak akan bisa dilakukan jika ente tidak menguasai materi.  Jadi sebenarnya point 1 & 2 sangat erat berkaitan. Dengan menguasai materi, ente juga terlihat lebih meyakinkan. Dan sebuah keyakinan dapat menumbuhkan kepercayaan🙂

3. Siapkan contoh pendukung
Nah, untuk mendukung argumen-argumen ente dan memberikan pemahaman yg lebih mendalam, tidak ada salahnya ente siapkan beberapa hal pendukung, misalnya: gambar, video, animasi, statistik, running program, dll. Apabila perlu buatlah contoh dengan pengandaian, sebisa mungkin ambilah dari kejadian dunia nyata. Karena contoh yg sederhana yg dekat dengan kehidupan akan lebih mudah dipahami daripada definisi-definisi panjang yg bersifat teknis dan membosankan.

Contoh dan pendukung tersebut dapat membantu audiens membentuk sebuah pengetahuan yg menyeluruh dalam memahami materi yg ente sampaikan.

4. Susun materi dengan terstruktur
Materi yang terstruktur  membantu audiens lebih mudah memahami alur presentasi dan gagasan ente. Ente bisa susun materi dengan rapi dimulai dari apa ide utama yg ingin disampaikan, mengapa (latar belakang munculnya ide tsb), bagaimana ide tersebut diterapkan, contoh penerapan, kesimpulan dan saran kedepan.

CARA PENYAMPAIAN

Dua persiapan telah ente lakukan, sekarang kita perlu tahu bagaimana menyampaikan materi dengan baik. Penyampaian materi yg baik dapat menjadi kunci sukses presentasi. Karena sekali lagi, inti dari sebuah presentasi adalah menyampaikan ide atau gagasan kepada audiens. Nah, berikut adalah beberapa kunci penyampaian presentasi:

1. Santai saja
Ya, tidak perlu terburu-buru menyampaikan materi. Orang yg terburu-buru biasanya ingin agar semuanya cepat selesai. Presentasi kadangkala dianggapnya sebagai beban, sehingga menyelesaikan presentasi sama dengan melepaskan beban. Padahal keterburuan membawa hasil yg tidak maksimal. Bukankah hasil yg tidak baik nantinya malah menjadi beban baru yg lebih berat lagi kedepannya? Bukan tidak mungkin kedepan keadaan bisa menjadi lebih rumit?

So, tidak ada untungnya buru-buru tho? Alon-alon asal kelakon, begitu kata orang Jawa (Pelan-pelan saja, asal semuanya berjalan dengan baik).

2. Intonasi dan bahasa tubuh
Menurut beberapa penelitian, hal yang paling menentukan dalam komunikasi adalah bahasa tubuh (55%), intonasi suara (38%) dan kata-kata (7%). Hmm.. Ternyata bahasa tubuh dan intonasi adalah hal yg paling berperan dalam teknik komunikasi dibanding dengan kata-kata ya!?

Komunikasi dengan bahasa tubuh yg efektif dapat kita bentuk melalui mimik wajah, isyarat tangan, cara berjalan, dll.  Kita dapat belajar bagaimana mengkomunikasikan bahasa tubuh yg tepat baik dengan cara melihat para ahli pidato dan motivator ulung. Lihat bagaimana mereka mengekspresikan ide-ide mereka dengan dukungan bahasa tubuh.

Sedangkan komunikasi melalui intonasi suara dapat kita lakukan dengan melakukan penekanan pada bagian kata atau kalimat yg penting. Untuk mengetahui bagaimana membawakan intonasi yg baik, kita dapat belajar dari penyiar radio atau pembawa berita. Dengarkan dan lihat bagaimana cara mereka melakukan penekanan pada kalimat untuk beberapa situasi.

Kesesuaian antara bahasa tubuh dan intonasi suara akan membuat presentasi kita menjadi lebih komunikatif, tidak membosankan dan menarik untuk selalu di ikuti😀

Ente bisa bayangkan bagaimana lucunya jika Bung Karno atau Bung Tomo dalam pidatonya menyerukan para pemuda untuk berjuang tapi tanpa ekspresi sama sekali dan penyampaiannya dengan kata-kata yg datar-datar saja. Kira-kira apakah para pemuda akan berangkat berjuang? Hmm,, belum tentu!

3. Interaksi
Dalam beberapa jenis presentasi, kadangkala diperlukan interaksi. Misalnya ketika mengajar, jgn hanya diam dan duduk saja. Kalau perlu berdiri dan berjalan-jalan dari depan ke belakang, dari kanan kekiri. Itu akan menarik perhatian dan membuat audiens berusaha mengikuti kita. Bila perlu, beri mereka pertanyaan atau meminta pendapat mereka tentang sebuah gagasan. Dengan demikian presentasi akan lebih hidup.

4. Bahasa yg mudah
Akan lebih baik jika kita sesuatu disampaikan dengan bahasa yg ringan dan mudah dipahami. Dalam hal ini juga kita harus melihat latar belakang audiens. Jika audiens bukan orang teknik, jangan gunakan istilah yg hanya dimengerti oleh orang teknik. Misalnya: ganti istilah “implementasi hardware” dengan istilah merakit komputer, kan gampang! Jangan pula gunakan bahasa yg tinggi penuh arti layaknya Aristoteles sedang berceramah kepada orang-orang dari desa yg umumnya masih lugu. Misalnya: “Teman sejati adalah satu jiwa diantara dua tubuh“. Ini apaan sih? Ente saja memahami kata-kata Aristoteles tadi minimal harus mengulang minimal 2x? Apalagi mereka?

5. Selipkan selingan atau humor
Tidak ada salahnya menyelipkan humor di antara presentasi kita. Siapkan humor atau pengalaman sendiri yg menurut ente paling lucu, lalu coba sampaikan pada mereka dengan penuh keyakinan😀. Namun jika ente tidak yakin, sebaiknya simpan saja humor ente itu, daripada jadi garing, kan ga lucu. hehehe…

Selingan dapat kita sampaikan apalagi melihat para audiens sudah mulai gelisah, ngobrol sendiri, dll. Kita dapat mengalihkan perhatian mereka sejenak dengan humor. Itung-itung refresh otak yg mulai jenuh. Tapi lain lagi kalo kegelisahan mereka disebabkan karena ente yg presentasi sudah terlalu lama, sebaiknya ente tutup dan segera pulang. hahaha…

PENUTUP

Nah, itulah tips presentasi dari ane. Tulisan ini bukan bermaksud menggurui, tapi hanya sebagai bahan sharing dan pengingat bagi diri ane sendiri *soale kalo ngga ditulis seringkali lupa :D*. Diluar sana bisa jadi ada banyak pribadi dengan teknik presentasi yg lebih baik. Namun, ane harap tulisan ini bisa menjadi tambahan referensi bagi temen-temen yg lain dan keberadaannya menjadi manfaat bagi kita semua. Aamiin..

  1. Itto
    14 Juli 2013 pukul 9:06 am

    Tulisan mantap….saya suka. Apalagi ditulis berdasarkan pengalaman. Maksih ya bro.

  2. Sony
    22 Agustus 2013 pukul 1:46 am

    Bahasanya sederhana, seperti ngobrol dengan teman. Good & Thanks atas sharingnya.

    • 23 Agustus 2013 pukul 9:40 am

      iya Mas. senang bisa berbagi ^^

  3. yani
    5 November 2013 pukul 4:30 am

    sharing nya berguna bro, terimakasih😀

  4. 11 November 2013 pukul 11:49 am

    pengen sih kaya gtu, tp yg sering mah belum maju aja jntung udah kaya subwoover kencengnya. pye jal?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: