Beranda > Inspirasi, Motivasi, Nasehat > Ilmu Ayam

Ilmu Ayam

Ayam

Ayam

Beruntung sekali hari ini bisa mengikuti kuliah perencanaan keuangan yang diberikan oleh Prof. Dr. Muhammad, M.Ag., seorang muallaf yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Yogyakarta. Salah satu poin penting yang menjadi catatan ane hari ini adalah berkenaan dengan ilmu ayam. Yah, ayam. Bahkan dari seekor hewan pun kita dapat ambil banyak pelajaran.

Pertama, yang kita semua sudah tahu adalah ayam bangun pada pagi buta. Mereka berlomba berkokok menyambut datangnya mentari terbit. Mengiringi manusia menjalankan ibadah sholat subuh. Mereka berangkat menjemput rizki sejak pagi buta. Dan pulang ke peraduan jika dan hanya jika senja telah tiba. Tidak ada namanya bolos kerja, atau absen tanpa keterangan, karna kalau hari itu ia membolos, ia tidak akan makan ( kalo ga makan mati doonnggg…😀 ) Alangkah malunya kita sebagai makhluq yang berakal jika dalam hal ini saja kita kalah oleh mereka, kita lebih banyak diberatkan oleh rasa kantuk, malas, dan nyamannya tempat tidur kita, dsb.

Kedua, ayam terus bergerak menyisir dari satu daerah ke daerah lain untuk mencari rizki tanpa bosan. Pelajaran yang dapat kita ambil dari sini adalah bahwa setiap manusia yang mau berusaha dan berikhtiar, pastilah bisa menemui rizkiNya. Bahkan makhluq yang tidak berakal seperti ayam ini saja diberikan rizki, padahal dia hanya memakai insting. Apalagi kita manusia dengan segala potensi yang ada? Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk berpangku tangan. Pendidikan kurang tinggilah, modal tidak ada, tidak berbakat, dsb. Rumusnya cuma satu! Mau bergerak, manfaatkan setiap potensi!

Ketiga, ayam itu tekun dan konsisten. Pernahkan ente amati bagaimana ayam bertelur dan mengerami? Ketika selesai bertelur, ayam bertina biasanya ribut! Kenapa begitu? Ini karena ia heran, kenapa ini anak saya bentuknya beda dengan saya? Saya banyak bulu begini kenapa anak saya bulet begitu? Hehehe.. Agar menjadi seperti dirinya, ayam betina perlu mengerami telur-telurnya selama 21 hari, dan selama itulah ia berpuasa tanpa henti. Bayangkan, 21 hari! Pengorbanan yang sungguh luar biasa, dan selama 21 hari itulah, ia konsisten tidak beranjak dari tempatnya bertelur. Subhanalloh.

Nah itulah sebagian tanda-tanda kekuasaan dan kebesaranNya. Semoga dapat menjadi pelajaran bagi kita semua , menjadi orang yang berfikir, mengungkap rahasia ilmu dari setiap ciptaanNya.

Gambar: openclipart.org.

  1. 24 November 2013 pukul 12:31 am

    hhaha bener juga sih tapi kenyataan sekarang banyak yang kurang percaya diri akan kemampuan yang dia punya contohnya saya sendiri.

  2. 25 November 2013 pukul 1:11 am

    Ane yakin setiap orang punya potensi. Tak ada satu hal pun yang diciptakan Alloh didunia ini tanpa memiliki makna. Coba renungkan kembali apa potensi terbesar kita, gali, kemudian maksimalkan potensi tsb.

    Dikala semua jalan terlihat buntu, kadangkala manusia jadi merasa putus asa, dan itu wajar adanya. Tapi yang tak kalah pentingnya adalah kembali bangkit dan mencoba jalan dan kemungkinan lain🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: